Haiii!
Public Relations secara global adalah fungsi manajemen yang unik yang membantu membangun dan memelihara jalur komunikasi. Memunculkan pemahaman, kerjasama antara organisasi dan publiknya, melibatkan manajemen permasalahan dan isu. Membantu manajemen untuk terus menginformasikan dan tanggap terhadap opini publik, mendefinisikan dan menekankan tanggung jawab manajemen untuk melayani kepentingan umum, membantu manajemen untuk tetap mengikuti dan memanfaatkan perubahan secara efektif. Selain itu ada 4 peran dan fungsi utama sebagai PR sesuai dengan peran yang diambil si PR tersebut. Sehingga 4 peran dan fungsi PR tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
Public Relations secara global adalah fungsi manajemen yang unik yang membantu membangun dan memelihara jalur komunikasi. Memunculkan pemahaman, kerjasama antara organisasi dan publiknya, melibatkan manajemen permasalahan dan isu. Membantu manajemen untuk terus menginformasikan dan tanggap terhadap opini publik, mendefinisikan dan menekankan tanggung jawab manajemen untuk melayani kepentingan umum, membantu manajemen untuk tetap mengikuti dan memanfaatkan perubahan secara efektif. Selain itu ada 4 peran dan fungsi utama sebagai PR sesuai dengan peran yang diambil si PR tersebut. Sehingga 4 peran dan fungsi PR tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.
Tecnician Communication
Disini
peran
PR
dianggap
sebagai pelaksana
teknis komunikasi. Dia menyediakan layanan di bidang teknis, sementara kebijakan dan keputusan
PR merupakan keputusan manajemen sedangkan PR yang melaksanankannya. Misalnya melakukan
kegiatan menulis
dan
mengedit newsletter karyawan, mengembangkan isi Web, dan menangani
kontak media.
2.
Communication Facilitator
Peran PR sebagai fasilitator komunikasi
antara perusahaan atau organisasi dengan
publik. Baik dengan
publik eksternal
maupun publik internal. Istilah
yang paling umum adalah sebagai jembatan komunikasi antara
publik dengan perusahaan.
3.
Problem Solving Facilitator
Peranan sebagai
fasilitator
dan proses
pemecahan masalah. Pada
peran ini PR melibatkan diri atau dilibatkan dalam manajemen (krisis).
Dia
menjadi anggota tim,
bahkan bila memungkinkan
menjadi leader
dalam penanganan krisis manajemen.
4. Expert Prescriber
Petugas PR dianggap sebagai orang yang ahli.
Dia menasehati
pimpinan
perusahaan atau organisasi. Hubungan
mereka diibaratkan seperti hubungan dokter dan pasien.
Ada salah satu contoh studi kasus di PT. KAO Indonesia yang berada di Yogyakarta. PT. KAO Indonesia merupakan perusahaan yang memproduksi serangkaian alat pembersih lantai yang praktis dan inovatif. Misalnya divisi Human Capital Develoment (Pengembangan SDM) menyampaikan beberapa informasi tentang faktor yang menyebabkan menurunnya minat karyawan terhadap program Hubungan antar Karyawan. Divisi Pengembangan SDM mendeteksi bahwa faktor penyebab menurunnya minat karyawan pada program Hubungan antar Karyawan sebelumnya dikarenakan ketidaksesuaian program dengan keinginan dan kebutuhan karyawan. Hal ini dikarenakan masih minimnya tingkat partisipasi karyawan dalam perumusan program Hubungan antar Karyawan. Pada akhirnya berbagai pengajuan dan perbaikan program tersebut senantiasa melibatkan karyawan yang memberikan masukan ataupun ide. informasi, saran dan ide-ide lainnya. Selain memberikan solusi terhadap penurunan partisipasi karyawan, divisi Pegembangan SDM dapat memberikan berbagai solusi dari berbagai masalah-masalah teknis pada program Hubungan antar Karyawan. Dalam penelitian ini menunjukan bahwa divisi Pegembangan SDM disadari atau tidak, telah menjalankan peran Public Relations sebagai Problem Solving Facilitator.
