Minggu, 16 September 2018

Peran dan Fungsi Public Relation



Haiii!
Public Relations secara global adalah fungsi manajemen yang unik yang membantu membangun dan memelihara jalur komunikasi. Memunculkan pemahaman, kerjasama antara organisasi dan publiknya, melibatkan manajemen permasalahan dan isu. Membantu manajemen untuk terus menginformasikan dan tanggap terhadap opini publik, mendefinisikan dan menekankan tanggung jawab manajemen untuk melayani kepentingan umum, membantu manajemen untuk tetap mengikuti dan memanfaatkan perubahan secara efektif. Selain itu ada 4 peran dan fungsi utama sebagai PR sesuai dengan peran yang diambil si PR tersebut. Sehingga 4 peran dan fungsi PR tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Tecnician Communication
         Disini  peran  PR  dianggap sebagai pelaksana teknis komunikasi. Dia menyediakan layanan   di bidang teknis, sementara  kebijakan  dan keputusan  PR merupakan keputusan manajemen sedangkan PR yang melaksanankannya. Misalnya melakukan  kegiatan  menulis  dan mengedit newsletter karyawan, mengembangkan isi Web, dan menangani kontak media.
2. Communication Facilitator
Peran   PR sebagai fasilitator komunikasi antara perusahaan  atau  organisasi  dengan   publik.   Baik   dengan   publik   eksternal maupun   publik   internal.  Istilah   yang paling umum adalah sebagai jembatan komunikasi antara publik dengan perusahaan.
3. Problem Solving Facilitator
 Peranan   sebagai   fasilitator   dan proses  pemecahan  masalah.  Pada  peran ini PR  melibatkan diri atau dilibatkan dalam manajemen (krisis). Dia menjadi anggota tim, bahkan bila memungkinkan menjadi leader dalam penanganan krisis manajemen.
4. Expert Prescriber
Petugas PR dianggap sebagai orang yang ahli.  Dia  menasehati  pimpinan perusahaan atau organisasi. Hubungan mereka diibaratkan seperti hubungan dokter dan pasien.


Ada salah satu contoh studi kasus di PT. KAO Indonesia yang berada di Yogyakarta. PT. KAO Indonesia merupakan perusahaan yang memproduksi serangkaian alat pembersih lantai yang praktis dan inovatif. Misalnya divisi Human Capital Develoment (Pengembangan SDM) menyampaikan beberapa informasi tentang faktor yang menyebabkan menurunnya minat karyawan terhadap program Hubungan antar Karyawan. Divisi Pengembangan SDM  mendeteksi    bahwa    faktor   penyebab menurunnya minat karyawan pada program Hubungan antar Karyawan sebelumnya dikarenakan ketidaksesuaian program dengan keinginan dan kebutuhan karyawan. Hal ini dikarenakan masih minimnya tingkat partisipasi karyawan dalam perumusan program Hubungan antar Karyawan. Pada akhirnya berbagai pengajuan dan perbaikan program tersebut senantiasa melibatkan karyawan yang memberikan masukan ataupun ide. informasi, saran dan ide-ide lainnya. Selain memberikan solusi terhadap penurunan partisipasi karyawan, divisi Pegembangan SDM dapat memberikan berbagai solusi dari berbagai masalah-masalah teknis pada program Hubungan antar Karyawan. Dalam penelitian ini menunjukan bahwa divisi Pegembangan SDM disadari atau tidak, telah menjalankan peran Public Relations sebagai Problem Solving Facilitator.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Desain Visual Campaign